Home

From Vi-Like Editors to Blender: Modal Control Perspectives

March 4, 2026

Pendahuluan

Dalam dunia digital desain terutama animasi dan seni desain grafik 3D, siapa yang tidak mengenal Blender sebagai editor 3D FOSS (Free and Open Source)--Saya berpikir begitu, free selama komunitas mendapatkan sponsor dan donasi yang layak. Blender juga merupakan editor 3D yang sudah sangat dewasa dan sangat dapat disandingkan dengan perangkat lunak enterprice di luar sana dengan fitur yang sangat lengkap meskipun projek digarap oleh komunitas open-source.

Blender VS CAD-like 3D Editor

Blender dapat digunakan untuk desaign 3D, tetapi kasus penggunaan blender pada proyek-proyek engineering sangat jarang dan tidak dianjurkan. Selain kurva pembelajarannya yang curam, Blender banyak digunakan untuk desain non-diskrit (kontinu), kurang berfokus pada akurasi tinggi untuk objek non-linier--aproksimasi visual, artinya akurasinya berdasarkan sudut pandang visual digital dan mengabaikan akurasi dari sudut pandang realitas fisik. Sebaliknya, CAD menekankan presisi yang dicapai melalui perhitungan diskrit pada setiap skala model yang dibangun--Integritas geometris, menitikberatkan akurasi visual sebanding dengan realitas visik walaupun desaign berupa objek non-linear.

Perbedaan lainnya, digital designer yang menggunakan blender biasanya lebih menekankan desaign yang meniru (mimikri) objek-objek organik yang ada dialam seperti manusia, tumbuhan, atau gerak air mengalir. Penggunaan CAD lebih menitikberatkan design pada objek-objek hasil rekayasa manusia (engineering) yang tidak alami yang jarang atau bahkan tidak dapat ditemukan di lingkungan atau alam sekitar. Ciri-ciri objek yang jarang ada dialam berupa objek tegak lurus (bentuk geometris).